Sebuah Lagu Yang Terdedikasi dari Kisah Kami. - Negeri Dongeng
YES I'M NOT GOOD BUT I LOVE YOU
"Aku hanya seorang musisi tak berpendidikan, aku tak berparas tampan, tak pula bergelimang harta, tapi aku janjikan perjuangan untuk cinta yang ku semai untuk mu! Ketulusan dan kebahagiaan dari kisah yang akan ku dongengkan kepada Anak Cucu kita kelak ! Aku memang tak baik dimata orang sekitar mu ! Tapi dengan segala kekurangan, Aku akan tetap cinta padamu!"
Terekam jelas kejadian hari itu, menggunakan motor tua yang kuwarisi dari ayah. Aku datang dengan segenggam bunga mawar putih ditangan. Aku tiba dirumahnya dengan wajah lusuh termakan kemacetan dan polusi jalanan. "ah, tak apa, lagi pula bau parfum masih menempel" pikir ku. Ini adalah hari pertama aku berkunjung ke rumah wanita yang baru saja menjadi pacarku. Dengan penuh semangat, ku ketuk pintu rumahnya seraya mengucapkan salam. "Assaamualaikum" ucap Ku. "Waalaikumsalam" terdengar samar suara wanita dari dalam rumah. "eh, abang sudah sampai. ayo silahkan masuk kedalam bang, kebetulan ayah ibu juga lagi ngumpul dirumah" ucap kekasih ku Sarah. Adrenalin seketika memuncak dan mengalirkan keringat dingin dikening. "Hayu abang, masuk aja. ga apa-apa kok" ajak Sarah seraya menarik tangan ku. "eh, sebentar. ini abang bawa sesuatu buat Sarah" ku berikan bunga yang sudah aku bawa tadi. "wah, terimakasih abang.." jawab Sarah sambil tersenyum senang. Setelah itu kami pun masuk ke daalam rumah.
Di dalam rumah ku lihat Ayah dan Ibu Sarah sedang duduk sambil menikmati acara di televisi. "Hmm.. Ayah, Ibu, kenalin. Ini Bang Ari" Aku dengar nada Sarah pelan dan gugup. Ada hal yang mengganjal ketika melihat respon kedua Orang tua Sarah. mereka hanya menatap dingin ke arah kami. Tapi sudahlah, aku coba berpikiran positif, aku mulai memasang senyum dan menyapa "Selamat Sore Om Tante, saya Ari". sambut ku. Namun tak sepatah kata pun terucap dari mulut kedua orang tua Sarah. Ibu sarah hanya menatap dari ujung rambut hingga ujung kaki Ku, kemudian pergi ke dalam kamarnya.
"Ah, sudah lah, mungkin Ibunya sedang kurang sehat atau mungkin juga kebelet buang air, makanya mukanya asem" sekali lagi pikiran positif masih menyelamatkan. "Abang duduk dulu disini ya sama ayah, Sarah mau ganti baju dulu" bisik Sarah kepada Ku. Aku hanya mengangguk dan mengambil posisi duduk di sebelah kursi Ayahnya. Suara detik jam terdengar jelas, bahkan semakin jelas mengalihkan suara Televisis yang menyala. Ayahnya hanya diam dan sama sekali tidak menatap ke arah Ku. Aku coba mencairkan suasana kaku diantara kami, "tadi saya lihat di depan ada kolam ikan koi, sudah berapa lama Om pelihara ikan koi?" tanya ku kepada ayah Sarah, berharap mengambil hati ayahnya, alangkah terpatung nya aku ketika mendengar Ayahnya hanya mejawab "Iya" dan kembali fokus dengan menatap iklan di Televisi.
Dari satu-satunya obrolan kami itu, aku mulai berasumsi bahwa ada yang salah dengan kehadiran ku. aku semakin terdiam dan tak tahu harus berkata apa lagi. Untunglah Sarah segera datang, "Ayah, Sarah mau pergi dulu ya sama Bang Ari" ucap Sarah meminta izin pada Ayahnya. "Iya, jangan pulang lewat dari jam 10 malam" Jawab ayahnnya dengan nada tegas. "Iya om, saya pamit dulu. pasti saya jaga Sarah dan pulang tepat waktu" Jawab ku berusaha meyakinkan Ayahnya dan bergegas pamit.
Diperjalanan Aku hanya bisa diam memikirkan kejadian di rumah Sarah tadi. Begitu pula denngan sarah, dia hanya diam dan memeluk Ku, berusaha menghangatkan jok motor dari dinginnya sore hari itu. Kami pun tiba di sebuah taman, Aku parkirkan motor reyotku. Lalu kami duduk di sebuah bangku di taman itu. "Sarah, apa ada yang salah dengan Ari? Apa orangtua sarah ga setuju dengan hubungan kita?" tanya ku pada sarah. "Sarah mau jujur sama Abang, tapi jangan marah ya? janji?" ucap sarah dengan nada memelan. "Iya, janji. lebih baik jujur aja" jawab ku. Lalu Sarah menceritakan semuanya, beberapa saat sebelum aku tiba dirumah nya, kedua orang tuanya sudah menanyakan detail tentang diriku kepada sarah. dan sarah sudah menceritakan semuanya yang dia tahu tentang diriku kepada orang tuanya.
"Aku memang hanya seorang musisi tak berpendidikan, aku tak berparas tampan, tak pula bergelimang harta, tapi aku janjikan perjuangan untuk cinta yang ku semai untuk mu! Ketulusan dan kebahagiaan dari kisah yang akan ku dongengkan kepada Anak Cucu kita kelak ! Aku memang tak baik dimata orang sekitar mu ! Tapi dengan segala kekurangan, Aku akan tetap cinta padamu!" itu yang ku ucap pada wanita yang kini dengan berat hati hanya bisa menjadi teman, karena selang beberapa hari dari pertemuan kami hari itu, kami harus berpisah. Penolakan dari orang tua sarah lebih banyak mengintimdasi hati dan pikiran kami.
Kini sarah menjalin hubungan dengan sahabat baik ku. sahabat yang justru bisa lebih di terima dengan baik oleh kedua orang tua sarah. mungkin kesempatan untuk ku sudah tertutup. Namun, kisah ini akan tetap abadi menjadi lagu dan
akan ku dongeng kan sepanjang hayatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar